Rasa, Cinta, dan Dedikasi: Perjalanan Pak Zul Herman dan Ibu Henny Membangun Usaha Kuliner di Masa Pensiun

Mengisi masa pensiun tidak selalu identik dengan beristirahat sepenuhnya dari kegiatan produktif. Inilah yang dilakukan oleh Bapak Zul Herman dan Ibu Henny, pasangan inspiratif yang memilih untuk tetap aktif dan kreatif melalui usaha kuliner mereka. Sebelum masa pensiun Pak Zul bekerja di bidang pendidikan dan sosial di Yayasan Arsari Djojohadikusumo, kini Pak Zul menemukan cara…

By.

min read

5

Mengisi masa pensiun tidak selalu identik dengan beristirahat sepenuhnya dari kegiatan produktif. Inilah yang dilakukan oleh Bapak Zul Herman dan Ibu Henny, pasangan inspiratif yang memilih untuk tetap aktif dan kreatif melalui usaha kuliner mereka. Sebelum masa pensiun Pak Zul bekerja di bidang pendidikan dan sosial di Yayasan Arsari Djojohadikusumo, kini Pak Zul menemukan cara baru untuk memberikan makna pada hari-harinya bersama sang istri.

 

Awal Perjalanan: Dari Hobi Hingga Usaha

Usaha kuliner ini bermula secara sporadis sejak tahun 2015, saat Pak Zul masih bekerja. Pada masa itu, sang istri dengan bantuan seorang asisten, menjalankan usaha ini di sela-sela kesibukan Pak Zul. Namun, setelah pensiun, Pak Zul memutuskan untuk sepenuhnya terlibat. Motivasi utamanya adalah keterampilan memasak sang istri yang berawal dari hobi, sekaligus mengembangkan hobi memasak Pak Zul sendiri.

Sebagai orang Minang, Pak Zul memilih makanan yang akrab di lidah masyarakat. Dari dendeng krispi hingga rendang, semua diproduksi dengan cita rasa autentik. Tak hanya lauk kering dan basah, kue-kue kering seperti vanili battam dan nastar juga menjadi andalan, terutama saat Natal dan Idul Fitri.

 

Menjaga Kualitas dan Pelayanan yang Prima

Menurut Pak Zul, mempertahankan kualitas produk adalah hal yang tidak terlalu sulit. Tantangan terbesar justru terletak pada pemasaran. “Perlu ada yang bantu secara online,” ungkapnya. Dalam usaha ini, Pak Zul dan Bu Henny sangat menghargai setiap apresiasi dari pelanggan. Komentar positif menjadi penyemangat terbesar mereka, meskipun ada juga masukan yang membangun, seperti rendang yang kadang dianggap agak alot. Namun Pak Zul dan Bu Henny tidak pernah berhenti mencari cara meningkatkan kualitas rendangnya.

 

Pengalaman Spesial: Ramainya Natal 2024

Natal 2024 menjadi momen yang berkesan bagi Pak Zul dan Ibu Henny. Mereka menerima pesanan parsel dari Koperasi Konsumen Wadah Titian Harapan (KKWTH). Walaupun proses pengemasan cukup menantang, pesanan parsel dapat terselesaikan dengan bantuan asisten yang berpengalaman di bidang pengemasan. Selain Natal, masa-masa ramai juga terjadi saat musim hajatan. Acara kantor hingga acara pengajian juga menjadi sumber pesanan, terutama untuk kue basah seperti kue lumpur labu, lemper, dan lontong.

 

Dukungan Koperasi dan Harapan di Masa Depan

Pak Zul mengakui bahwa KKWTH telah banyak membantu, terutama melalui pesanan parsel Natal. Meski belum memanfaatkan seluruh fasilitas koperasi karena omzet yang belum terlalu besar, ia merasa dukungan ini sangat berarti. Harapan ke depannya, ia ingin meningkatkan pemasaran agar semakin banyak pelanggan yang mengenal produk mereka. Bahkan, ia memiliki ide agar KKWTH memiliki toko fisik yang bisa menjadi tempat promosi bersama.

 

Pesan untuk Sesama Anggota Koperasi

Bagi anggota koperasi yang sedang mempertimbangkan untuk memulai usaha, Pak Zul memberikan pesan penting: “Perlu diperhatikan marketingnya. Sebelum memulai bisnis, survei pasar sangat diperlukan untuk menentukan target dan potensi produk. Produk bagus tanpa peminat akan sia-sia.” Penguatan pernyataan Pak Zul mengenai pentingnya survei pasar dan strategi pemasaran dapat didukung oleh pandangan Philip Kotler, seorang ahli pemasaran terkemuka. Dalam bukunya “Marketing Management”, Kotler menyatakan bahwa,“Pemasaran bukan hanya tentang menciptakan produk yang hebat, tetapi juga tentang memahami kebutuhan konsumen dan memastikan produk tersebut memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara yang tepat.”

Artinya, survei pasar adalah langkah fundamental dalam pemasaran untuk memahami apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Produk yang berkualitas tinggi tanpa pemahaman pasar yang tepat kemungkinan besar akan kesulitan mencapai kesuksesan, karena produk tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan atau preferensi pasar. Selain itu, laporan dari McKinsey & Company juga menekankan bahwa usaha kecil dan menengah (UMKM) yang berinvestasi dalam pemasaran, terutama secara digital, cenderung lebih berhasil dalam menjangkau pelanggan baru dan meningkatkan penjualan. Ini membuktikan bahwa pemasaran yang baik, didukung oleh riset pasar yang akurat, merupakan kunci keberhasilan usaha di era modern.

 

Dampak Positif di Masa Pensiun

Berkat usaha ini, kehidupan Pak Zul dan Bu Henny di masa pensiun menjadi lebih bermakna. Aktivitas sehari-hari tidak hanya membuat mereka sibuk tetapi juga membantu menjaga kesehatan. “Ini cara kami agar tidak cepat pikun,” kata Pak Zul sembari tersenyum.

 

Produk Favorit Karya Pak Zul dan Bu Henny yang Siap Anda Coba

  • Dendeng Krispi dan Rendang: Hidangan khas Minang dengan rasa autentik.
  • Kentang Kering: Cocok untuk dibawa ke luar negeri.
  • Kue Kering (Vanili Battam, Nastar): Pilihan terbaik untuk hari raya atau acara spesial.
  • Macaroni Schotel : Hidangan untuk pesta
  • Kue Basah: Seperti kue lumpur labu dan lemper untuk hajatan.

Dengan semangat dan dedikasi, Pak Zul dan Bu Henny akan terus berkarya. Apakah Anda siap mencicipi kelezatan dari tangan mereka? Jangan ragu untuk mendukung usaha ini dan menjadi bagian dari cerita inspiratif mereka.

One response to “Rasa, Cinta, dan Dedikasi: Perjalanan Pak Zul Herman dan Ibu Henny Membangun Usaha Kuliner di Masa Pensiun”

  1. Peni Avatar
    Peni

    Menginspirasi sekali kisah pak Zul. Bisa menjadi penyemangat untuk kami menyiapkan persiapan pensiun. Mengambil pelajaran dari kisah pak Zul bahwa berusaha di usia pensiun tidak hanya mendulang cuan tapi juga mengusir pikun. Terima kasih wadah utk sharing kisah inspiratifnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *