Di balik kesibukan PT. MSP, ada seorang karyawan yang dengan gigih membangun mimpi di sela-sela tanggung jawab profesionalnya. Dialah Pak Suryana, seorang ayah dari dua anak yang telah menunjukkan bahwa semangat untuk terus belajar dan bekerja keras mampu menciptakan peluang baru. Tidak puas hanya mengandalkan gaji, beliau memilih untuk merintis usaha ayam geprek, sebuah keputusan sederhana yang kini menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang. Pak Suryana merupakan salah satu anggota Koperasi Konsumen Wadah Titian Harapan yang mengajukan pinjaman untuk modal usaha.
Awal Langkah: Menjemput Peluang dari Kesenangan Orang Banyak
Pak Suryana memilih ayam geprek sebagai produk andalan usahanya bukan tanpa alasan. Menu ini digemari banyak orang dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak sekolah yang menjadi target pasarnya. Dengan semangat dan dukungan dari keluarga, ia mulai mengembangkan resep ayam geprek yang disesuaikan dengan selera pelanggan. Tak hanya itu, aneka gorengan, jajanan ringan, dan minuman juga ditambahkan untuk memberikan variasi pilihan bagi pelanggan setianya.
Tantangan dan Strategi: Menjaga Rasa di Tengah Kompetisi
Tantangan tidak pernah membuat Pak Suryana mundur. Kompetitor di sekitar tempatnya berjualan bukan menjadi halangan, tetapi pemacu untuk terus meningkatkan rasa dan kualitas. “Kami tidak punya strategi pemasaran khusus,” ujarnya dengan rendah hati. “Tapi saya selalu berusaha membuat rasa makanan sesuai dengan lidah konsumen.”
Untuk menjaga kelancaran operasional, Pak Suryana telah menemukan ritme yang pas. Ia membeli bahan baku setiap tiga hari sekali untuk memastikan kualitas tetap terjaga. Persiapan untuk usaha dilakukan pada malam hari, setelah selesai bekerja, sehingga semua siap digunakan keesokan harinya.
Dukungan dan Harapan: Kekuatan dari Lingkungan Sekitar
Di balik kesibukannya, Pak Suryana tidak berjalan sendiri. Rekan kerja di PT. MSP turut mendukung usahanya dengan membeli produk yang ia jual. Hal ini memberinya motivasi untuk terus berkembang. Bagi Pak Suryana, salah satu keuntungan terbesar dari usaha sampingan ini adalah tambahan penghasilan yang membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Meski dihadapkan pada ancaman program makan siang gratis, usaha ayam gepreknya tetap bertahan karena memiliki pelanggan setia di kalangan anak-anak SD. Bahkan, Pak Suryana bercita-cita untuk memperluas menu dan mungkin suatu hari nanti membuka cabang baru.
Pesan Inspiratif: Tekun, Belajar, dan Jangan Takut untuk Memulai
Kisah Pak Suryana mengajarkan bahwa memulai usaha tidak membutuhkan modal besar, melainkan kemauan dan ketekunan. Sebagai seorang karyawan, ia membuktikan bahwa waktu yang terbatas bukanlah penghalang. Dengan persiapan yang baik dan manajemen waktu yang efektif, siapa saja bisa menjalankan dua peran sekaligus: karyawan dan wirausahawan. Dalam perjalanan usahanya, peran Koperasi Konsumen Wadah Titian Harapan sangat signifikan. Tidak hanya memberikan pinjaman modal awal, KKWTH juga mendampingi usaha Pak Suryana melalui program pendampingan dan konsultasi. Dengan menganalisis perkembangan usahanya secara berkala, tim dari KKWTH memberikan saran strategis untuk memastikan usaha ayam geprek ini tetap berada “on the right track.” Dukungan moral dari tim KKWTH, berupa motivasi dan bimbingan, telah membantu Pak Suryana menghadapi berbagai tantangan dengan percaya diri dan terus berkembang.
Bagi mereka yang ingin memulai perjalanan serupa, pesan Pak Suryana sederhana namun penuh makna: “Tekuni saja.” Dalam setiap langkah kecil, ada peluang besar yang menunggu untuk diwujudkan.
Kisah Pak Suryana adalah bukti nyata bahwa kerja keras dan komitmen bisa mengubah tantangan menjadi peluang. Semoga ceritanya dapat memotivasi lebih banyak orang untuk berani memulai langkah pertama mereka menuju kesuksesan.




Leave a Reply