Mengenal Rasa Laut dari Ternate: Kisah Inspiratif Ibu Endang dalam Menyulap Ikan Segar Menjadi Kuliner Khas Bernilai Tinggi

Di sebuah desa pesisir Ternate, Ibu Endang dan suaminya menekuni usaha kuliner berbasis hasil laut yang kini tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga kebanggaan lokal. Berangkat dari tantangan sehari-hari yang mereka hadapi sebagai pedagang ikan segar, Ibu Endang melihat peluang besar dalam mengolah hasil laut menjadi makanan khas yang tahan lama dan memiliki nilai…

By.

min read

foto bu endang

Di sebuah desa pesisir Ternate, Ibu Endang dan suaminya menekuni usaha kuliner berbasis hasil laut yang kini tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga kebanggaan lokal. Berangkat dari tantangan sehari-hari yang mereka hadapi sebagai pedagang ikan segar, Ibu Endang melihat peluang besar dalam mengolah hasil laut menjadi makanan khas yang tahan lama dan memiliki nilai tambah. Berawal dari dapur sederhana dan dengan dukungan alat produksi seadanya, ia berhasil membangun bisnis yang dikenal luas, berkat dedikasi dan ketekunannya dalam menjaga cita rasa serta kualitas produk. Kesuksesan yang ia raih bukan hanya tentang penjualan, tetapi juga mengenai komitmennya terhadap komunitas, budaya, dan keberlanjutan di daerahnya. Kisah Ibu Endang adalah inspirasi bagi para pengusaha muda yang ingin memulai bisnis dengan memanfaatkan potensi lokal dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.

  1. Memanfaatkan Potensi Lokal dan Sumber Daya yang Ada

Ibu Endang memulai usahanya dengan memanfaatkan potensi laut Ternate yang melimpah. Bersama sang suami, mereka memanfaatkan ikan segar yang dijual di pasar untuk diolah menjadi makanan khas seperti abon ikan. Inspirasi ini muncul ketika daya beli ikan segar di pasaran menurun, dan mereka melihat peluang untuk mengolahnya menjadi produk bernilai tambah yang tahan lama. Produk unggulan Ibu Endang di antaranya abon ikan tuna, abon ikan layang, dan abon ikan bandeng, yang setiap produk memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri dalam pengolahannya.

  1. Mengikuti Pelatihan dan Lomba untuk Meningkatkan Kualitas dan Eksposur Produk

Kesempatan Ibu Endang untuk mengikuti pelatihan UKM dan lomba pengolahan ikan sangat berharga dalam pengembangan usahanya. Berawal dari rekomendasi seorang pelanggan, Ibu Endang mengikuti pelatihan yang mengajarinya teknik pengemasan menarik, sehingga produk olahannya memiliki daya tarik lebih. Melalui lomba pengolahan ikan yang diadakan Dinas UKM Maluku Utara pada tahun 2020, produk Ibu Endang meraih juara 3 berkat rasa yang dinilai enak. Ini memotivasi Ibu Endang untuk lebih serius dalam menjaga kualitas dan kemasan produknya, serta mengurus izin PIRT untuk memperluas jangkauan pemasaran.

  1. Mengelola Produksi dengan Memanfaatkan Bahan Baku Segar

Kualitas produk olahan Ibu Endang tidak lepas dari pemilihan bahan baku yang ketat. Dengan akses pasar yang dekat dari rumah, ia selalu memastikan ikan yang diolah segar. Proses awal pengolahan ikan pun diperhatikan, seperti menggunakan rempah-rempah segar untuk menghilangkan amis ikan, serta memilih ikan dengan kualitas terbaik yang terjaga kesegarannya. Ibu Endang menggunakan metode yang konsisten dalam menakar bumbu dan bahan, menjaga cita rasa produk olahannya tetap konsisten dan lezat.

  1. Strategi Pemasaran Sederhana namun Efektif

Untuk memperkenalkan produk khas Ternate ke pasar yang lebih luas, Ibu Endang memanfaatkan aplikasi WhatsApp dan pameran nasional yang diadakan oleh pemerintah daerah. Meski pernah mencoba WhatsApp Business, ia lebih memilih untuk fokus pada WhatsApp biasa yang dirasa lebih sesuai. Selain itu, ia memberikan harga diskon untuk teman yang membawa produknya sebagai oleh-oleh ke luar daerah, sehingga secara tidak langsung turut mempromosikan produknya. Strategi sederhana ini menunjukkan bahwa tak perlu alat pemasaran canggih untuk memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas; sering kali, koneksi dan kepercayaan dengan pelanggan tetaplah yang paling berpengaruh.

  1. Berkontribusi terhadap Lingkungan dan Masyarakat Sekitar

Ibu Endang tidak hanya menjalankan usaha untuk keuntungan pribadi. Ia juga memberdayakan ibu rumah tangga sekitar dengan merekrut mereka untuk membantu proses produksi. Pada awalnya, mereka diberi upah setelah produk terjual, namun kini mereka langsung menerima upah setelah bekerja. Di samping itu, Ibu Endang turut melestarikan budaya lokal dengan mendirikan sanggar tari bagi anak-anak di desa Galala, yang melibatkan dua pelatih profesional. Sanggar ini juga memberi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar tarian tradisional dan mendapatkan penghasilan tambahan dari penampilan tari mereka di berbagai acara.

  1. Menghadapi Tantangan dengan Kreativitas dan Adaptasi

Dalam perjalanan bisnisnya, Ibu Endang menghadapi berbagai tantangan, seperti naiknya harga ikan dan kesulitan mendapatkan bahan kemasan. Saat suaminya sakit, ia mengatur bisnis dengan memberikan tanggung jawab kepada anggota yang dapat dipercaya untuk menjalankan produksi. Dengan tetap mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan, Ibu Endang memastikan bisnis tetap berjalan meskipun ada kondisi sulit. Ketekunan ini menunjukkan bahwa pentingnya adaptasi dalam menghadapi tantangan, terutama bagi para pelaku usaha mikro dan kecil.

  1. Harapan dan Visi untuk Masa Depan

Ke depannya, Ibu Endang berencana untuk memperluas usahanya dengan membuat produk olahan dari mangrove seperti sirup, keripik, dan kopi yang menunggu panen di bulan Desember. Ia juga bercita-cita memiliki tempat produksi terpisah dari lokasi sanggar tari, sehingga usaha dan kegiatan sosialnya dapat berjalan lebih efisien. Ibu Endang berharap hasil laut Ternate akan lebih dikenal dan menjadi oleh-oleh yang diburu oleh wisatawan, sekaligus menjadi inspirasi bagi pengusaha muda untuk memberdayakan potensi lokal dan berkontribusi terhadap lingkungan sekitar.

Pesan untuk Pengusaha Muda dari Ibu Endang : “Jadikan usaha sebagai napas untukmu dan lingkunganmu, sehingga bisa memberi manfaat.”

 

 

2 responses to “Mengenal Rasa Laut dari Ternate: Kisah Inspiratif Ibu Endang dalam Menyulap Ikan Segar Menjadi Kuliner Khas Bernilai Tinggi”

  1. Sofia Avatar

    Dari kisah inspiratif Ibu Endang dapat memotivasi pengusaha muda agar lebih sabar, tekun dan gigih dalam menjalankan usaha. Dengan begitu saya termotivasi agar lebih memanfaatkan potensi lokal dan budaya sekitar untuk melakukan usaha yang bisa meraih kesuksesan.

  2. Devi Avatar

    Cerita Bu Endang menarik, beliau adalah pengusaha yang kreatif dalam inovasi produk dan saya sudah coba produk stik telurnya, enak sekali. Sukses untuk Bu Endang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *