{"id":2126,"date":"2026-10-06T01:24:56","date_gmt":"2026-10-06T01:24:56","guid":{"rendered":"https:\/\/koperasiwadah.com\/?p=2126"},"modified":"2026-10-06T01:51:43","modified_gmt":"2026-10-06T01:51:43","slug":"pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/","title":{"rendered":"Pulang ke Desa, Menanam Harapan:  Kisah Pak Haji Tisna Menghidupkan Kembali Potensi Panjalu  \u00a0"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u201cDi kota kami mengejar mimpi, di desa kami ingin memberi arti.\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Bagi sebagian orang, masa pensiun adalah waktunya beristirahat setelah puluhan tahun bekerja. Namun, bagi Haji Tisna, salah satu anggota KKWTH, masa pensiun justru menjadi awal dari perjalanan baru: kembali ke tanah kelahiran dan menghidupkan potensi desa melalui pertanian, peternakan, serta kepedulian terhadap lingkungan.<\/p>\n<p>Setelah menempuh pendidikan di Universitas Islam Bandung dan berkarier selama puluhan tahun di berbagai perusahaan, termasuk PT Sariwangi dan Arsari Group, Pak Haji Tisna memilih kembali ke Dusun Simpar, Desa Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.<\/p>\n<p>Keputusan tersebut bukan karena beliau tidak lagi memiliki kesempatan untuk tinggal di kota. Sebaliknya, beliau ingin menjalani masa tua dengan kegiatan yang bermanfaat, dekat dengan alam, keluarga, dan masyarakat.<\/p>\n<p>Baginya, hidup tidak seharusnya berhenti ketika seseorang pensiun. Selama masih mampu berpikir dan berkarya, selalu ada kesempatan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.<\/p>\n<p><strong>Berawal dari Kesadaran bahwa Desa Memiliki Potensi<\/strong><\/p>\n<p>Panjalu dikenal dengan lingkungan alamnya yang sejuk, tanah yang subur, serta hamparan sawah dan kawasan Situ Lengkong. Potensi ini menjadi modal penting untuk mengembangkan pertanian dan peternakan.<\/p>\n<p>Namun, perubahan zaman membawa tantangan tersendiri. Banyak generasi muda memilih merantau ke kota untuk mencari pekerjaan dan kehidupan yang dianggap lebih menjanjikan. Akibatnya, potensi lahan pertanian di desa belum sepenuhnya dimanfaatkan.<\/p>\n<p>Melihat kondisi tersebut, Pak Haji Tisna ingin menunjukkan bahwa desa bukan sekadar tempat untuk pulang, melainkan ruang untuk bertumbuh dan membangun kehidupan yang produktif.<\/p>\n<p>Ia mulai mengelola berbagai kegiatan di lahan miliknya. Ada sawah yang hasilnya membantu memenuhi kebutuhan beras keluarga, kolam ikan yang masih dikembangkan sebagai kegiatan hobi, lahan yang ditanami berbagai jenis pohon, serta kebun sayuran yang menghasilkan pendapatan dari setiap periode tanam.<\/p>\n<p>Di sekitar rumahnya, beliau juga mengembangkan tanaman sayuran seperti sosin dan pakcoy, mencoba menanam tomat, stroberi, dan anggur, serta memanfaatkan lahan yang tersedia untuk kegiatan produktif lainnya.<\/p>\n<p>Tidak semua potensi tersebut telah menghasilkan keuntungan optimal. Sebagian masih berupa percobaan dan penghijauan. Namun, bagi Pak Haji Tisna, langkah kecil ini merupakan permulaan untuk membuktikan bahwa lahan desa dapat dimanfaatkan secara lebih beragam.<\/p>\n<p><strong>Menghubungkan Pertanian, Peternakan, dan Lingkungan<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu praktik baik yang dijalankan Pak Haji Tisna adalah menghubungkan kegiatan pertanian dengan peternakan agar sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan kembali.<\/p>\n<p>Saat ini, beliau memelihara sekitar 400 ekor ayam petelur, ada juga kambing dan domba. Dari kegiatan tersebut, telur menjadi salah satu hasil usaha yang memberikan pendapatan rutin, sementara kotoran ternak dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik.<\/p>\n<p>Pengelolaan pupuk dilakukan secara bertahap. Kotoran ayam dikumpulkan dan dilapisi gabah kering, sedangkan kotoran domba dikumpulkan di sekitar kandang. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan gabah dan daun kering, dimasukkan ke dalam karung, lalu dibiarkan menjalani proses penguraian alami sebelum digunakan pada lahan pertanian.<\/p>\n<p>Pupuk tersebut dimanfaatkan untuk tanaman sayuran, pisang, pohon buah, dan tanaman lainnya. Jika tersedia lebih, pupuk juga berpotensi dijual kepada masyarakat dengan harga Rp7.000 per karung, meskipun saat ini kebutuhan lahan milik sendiri masih lebih besar daripada ketersediaannya.<\/p>\n<p>Praktik ini memperlihatkan bagaimana pertanian dan peternakan dapat saling mendukung. Hasil pertanian memenuhi kebutuhan keluarga, ternak menghasilkan telur dan bahan organik, sementara pupuk organik membantu menyuburkan lahan.<\/p>\n<p>Selain itu, Pak Haji Tisna juga mencoba mengembangkan <em>eco-enzyme<\/em> dari kulit buah segar, air, dan gula merah sebagai bagian dari upayanya mengenalkan alternatif pemanfaatan limbah organik kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Baginya, sumber daya yang tersedia di sekitar rumah tidak seharusnya langsung dianggap sebagai sesuatu yang tidak berguna. Dengan pengetahuan dan pengelolaan yang tepat, sumber daya tersebut dapat menjadi bagian dari siklus produksi yang lebih bermanfaat.<\/p>\n<p><strong>Tetap Belajar, Meski Tidak Lagi Muda<\/strong><\/p>\n<p>Usia bukan alasan bagi Pak Haji Tisna untuk berhenti belajar.<\/p>\n<p>Di usianya yang telah melewati 65 tahun, beliau tetap menjalankan rutinitas harian dengan disiplin. Hari dimulai sebelum subuh dengan beribadah, dilanjutkan dengan memberi pakan ternak, membersihkan kandang, merawat tanaman, memanen telur, dan mencari rumput untuk pakan kambing serta domba.<\/p>\n<p>Di sela-sela aktivitas tersebut, beliau masih meluangkan waktu untuk belajar dari YouTube, bertukar pengalaman dengan teman, serta mengamati kondisi tanaman dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n<p>Pengalaman bekerja di bidang akuntansi, audit internal, dan operasional menjadi bekal dalam melihat kegiatan usaha secara lebih terstruktur. Namun, beliau menyadari bahwa pengalaman kerja saja tidak cukup untuk menjawab seluruh tantangan pertanian.<\/p>\n<p>Petani juga perlu memahami kondisi tanah, kebutuhan unsur hara, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama, dan waktu tanam yang tepat.<\/p>\n<p>Karena itu, beliau mendorong pentingnya analisis tanah dan daun untuk mengetahui kebutuhan tanaman. Menurutnya, penggunaan pupuk tanpa memahami kondisi lahan dapat membuat hasil pertanian tidak optimal.<\/p>\n<p>Beliau juga mencoba sistem tumpang sari dengan menanam beberapa jenis tanaman dalam satu areal. Selain tanaman yang umum dibudidayakan, seperti padi, jagung, dan singkong, beliau bereksperimen dengan tanaman lain sesuai potensi lahan.<\/p>\n<p>Dari pengalaman ini, terdapat pelajaran penting bahwa pertanian desa perlu terus berkembang melalui perpaduan pengetahuan lokal, pengalaman, dan pembelajaran baru.<\/p>\n<p><strong>Memberi Contoh Tanpa Harus Banyak Bicara<\/strong><\/p>\n<p>Perubahan tidak selalu harus dimulai dengan seminar atau ajakan yang panjang. Terkadang, tindakan nyata justru menjadi cara paling sederhana untuk menginspirasi orang lain.<\/p>\n<p>Pak Haji Tisna menerapkan pendekatan yang ia sebut sebagai <em>\u201ckhotbah tanpa kata\u201d<\/em>. Ia berusaha menyampaikan kepedulian terhadap alam melalui tindakan sehari-hari: menanam pohon, merawat sayuran, memelihara ternak, dan mengelola limbah organik.<\/p>\n<p>Ia juga mencoba menanam tomat dalam pot dan polibag di depan rumah, termasuk ketika musim kemarau. Percobaan ini dimaksudkan untuk memperlihatkan kepada warga bahwa kegiatan bercocok tanam tetap dapat dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan air dan perawatan tanaman.<\/p>\n<p>Upayanya mulai menarik perhatian masyarakat. Ada warga yang bertanya mengapa seorang pensiunan yang pernah bekerja di perusahaan besar masih mau mencari rumput dan membersihkan kandang.<\/p>\n<p>Bagi Pak Haji Tisna, pekerjaan tersebut bukan sesuatu yang memalukan. Jabatan yang pernah dimiliki tidak seharusnya membuat seseorang merasa lebih tinggi daripada pekerjaan lain.<\/p>\n<p>Ia ingin memperlihatkan bahwa bertani dan beternak merupakan kegiatan produktif yang membutuhkan kedisiplinan, pengetahuan, serta tanggung jawab.<\/p>\n<p>Melalui pergaulan dengan tetangga, komunitas pensiunan, dan masyarakat desa, beliau terus menyampaikan pentingnya menjaga alam, mengembangkan pertanian, dan memanfaatkan potensi lokal.<\/p>\n<p><strong>Merintis Komunitas Peternak untuk Membuka Peluang Ekonomi<\/strong><\/p>\n<p>Tidak berhenti pada kegiatan pribadi, Pak Haji Tisna juga mulai merintis KADO, singkatan dari Komunitas Kambing Domba.<\/p>\n<p>Gagasan ini berangkat dari keinginannya untuk mendata para peternak dan mengetahui potensi ternak yang dimiliki masyarakat di wilayahnya. Dengan data tersebut, peluang pengembangan usaha peternakan diharapkan dapat dipetakan dengan lebih baik.<\/p>\n<p>Ia juga memiliki gagasan untuk mengadakan kontes kambing dan domba secara rutin di ruang terbuka yang strategis. Kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar sebagai perlombaan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan, hiburan, pelestarian budaya, dan pengembangan ekonomi lokal.<\/p>\n<p>Dalam konsep yang dirintisnya, kegiatan peternakan dapat dipadukan dengan pertunjukan seni tradisional seperti angklung dan pencak silat. Kehadiran pengunjung juga diharapkan membuka kesempatan bagi pedagang makanan khas daerah dan pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka.<\/p>\n<p>Bagi Pak Haji Tisna, peternakan akan lebih mudah berkembang apabila para pelakunya saling terhubung, mengenali potensi masing-masing, dan memiliki akses terhadap pasar.<\/p>\n<p>Rencana tersebut masih membutuhkan pematangan konsep dan dukungan dari pemerintah setempat serta berbagai pihak terkait. Meski demikian, gagasan ini menunjukkan bahwa pengembangan pertanian dan peternakan dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan komunitas sekaligus kegiatan ekonomi desa.<\/p>\n<p><strong>Tujuh Kesadaran sebagai Pegangan Hidup<\/strong><\/p>\n<p>Di balik berbagai aktivitasnya, Pak Haji Tisna memiliki tujuh nilai yang menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan di desa.<\/p>\n<p><strong>Kesadaran alam hijau<\/strong> mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan dan menanam pohon untuk generasi mendatang.<\/p>\n<p><strong>Kesadaran bertani<\/strong> mengingatkan bahwa tanah memiliki potensi yang perlu dirawat dan dikembangkan.<\/p>\n<p><strong>Kesadaran beternak<\/strong> menekankan hubungan antara ternak, kebutuhan pangan, dan pemanfaatan bahan organik.<\/p>\n<p><strong>Kesadaran pendidikan<\/strong> mendorong masyarakat untuk terus belajar dan meningkatkan pengetahuan dalam mengelola sumber daya.<\/p>\n<p><strong>Kesadaran ekonomi<\/strong> mengarahkan kegiatan produktif agar dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan memberi manfaat kepada sesama.<\/p>\n<p><strong>Kesadaran budaya<\/strong> menjaga nilai gotong royong dan kearifan lokal, termasuk prinsip <em>silih asah, silih asih, silih asuh<\/em> dalam kehidupan bermasyarakat.<\/p>\n<p>Sementara itu, <strong>kesadaran ketauhidan<\/strong> menjadi landasan yang mengingatkan bahwa alam dan seluruh isinya merupakan ciptaan Allah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.<\/p>\n<p>Ketujuh kesadaran tersebut bukan sekadar gagasan. Pak Haji Tisna berusaha menerjemahkannya ke dalam kegiatan yang bisa dilakukan dari rumah dan lahan yang dimilikinya.<\/p>\n<p><strong>Langkah Kecil Menuju Perubahan yang Berkelanjutan<\/strong><\/p>\n<p>Perjalanan Pak Haji Tisna masih berlangsung. Dalam enam bulan awal perintisannya, dampak yang terukur terhadap masyarakat belum dapat ditunjukkan. Sebagian kegiatan masih berada pada tahap percobaan, pengenalan, dan pengembangan.<\/p>\n<p>Kesadaran masyarakat mulai tumbuh, tetapi penerapannya dalam kegiatan pertanian dan peternakan sehari-hari masih perlu didorong. Pengembangan komunitas peternak juga membutuhkan dukungan agar dapat diwujudkan menjadi kegiatan yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Namun, praktik yang dilakukan Pak Haji Tisna memberikan gambaran bahwa perubahan tidak harus menunggu modal besar atau program berskala luas. Pemanfaatan lahan yang tersedia, pengolahan kotoran ternak, penanaman beragam tanaman, pembelajaran berkelanjutan, dan berbagi pengalaman dengan warga dapat menjadi langkah awal yang nyata.<\/p>\n<p>Ke depan, praktik ini berpotensi dikembangkan melalui pencatatan hasil produksi dan biaya usaha, penguatan kelompok tani dan peternak, penerapan teknik budidaya yang sesuai, serta pembukaan akses pasar bagi produk lokal.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, kisah Pak Haji Tisna tak hanya tentang seorang pensiunan yang kembali ke desa. Ini adalah cerita tentang keberanian memulai kembali, kesediaan untuk terus belajar, dan keyakinan bahwa pengalaman hidup akan lebih berarti ketika dibagikan kepada orang lain.<\/p>\n<p>Sebab, bagi beliau, jabatan boleh berakhir, tetapi kesempatan untuk berkarya tidak pernah benar-benar habis.<\/p>\n<p><strong>Di kota, beliau membangun karier. Di desa, beliau sedang menanam harapan.<\/strong><\/p>\n<p>Penulis : DK<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cDi kota kami mengejar mimpi, di desa kami ingin memberi arti.\u201d Bagi sebagian orang, masa pensiun adalah waktunya beristirahat setelah puluhan tahun bekerja. Namun, bagi Haji Tisna, salah satu anggota KKWTH, masa pensiun justru menjadi awal dari perjalanan baru: kembali ke tanah kelahiran dan menghidupkan potensi desa melalui pertanian, peternakan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Setelah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2127,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34],"tags":[],"class_list":["post-2126","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kisah-anggota","gallery-content-unit"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pulang ke Desa, Menanam Harapan: Kisah Pak Haji Tisna Menghidupkan Kembali Potensi Panjalu \u00a0 - KKWTH<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pulang ke Desa, Menanam Harapan: Kisah Pak Haji Tisna Menghidupkan Kembali Potensi Panjalu \u00a0 - KKWTH\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cDi kota kami mengejar mimpi, di desa kami ingin memberi arti.\u201d Bagi sebagian orang, masa pensiun adalah waktunya beristirahat setelah puluhan tahun bekerja. Namun, bagi Haji Tisna, salah satu anggota KKWTH, masa pensiun justru menjadi awal dari perjalanan baru: kembali ke tanah kelahiran dan menghidupkan potensi desa melalui pertanian, peternakan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Setelah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KKWTH\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-06T01:24:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-06T01:51:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/koperasiwadah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Best-Practices-Pak-Tisna.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"DK\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"DK\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/\"},\"author\":{\"name\":\"DK\",\"@id\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/#\/schema\/person\/340b2882b970365a7fb249fd453f4ddd\"},\"headline\":\"Pulang ke Desa, Menanam Harapan: Kisah Pak Haji Tisna Menghidupkan Kembali Potensi Panjalu \u00a0\",\"datePublished\":\"2026-10-06T01:24:56+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-06T01:51:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/\"},\"wordCount\":1510,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Kisah Anggota\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/\",\"url\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/\",\"name\":\"Pulang ke Desa, Menanam Harapan: Kisah Pak Haji Tisna Menghidupkan Kembali Potensi Panjalu \u00a0 - KKWTH\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-10-06T01:24:56+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-06T01:51:43+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pulang ke Desa, Menanam Harapan: Kisah Pak Haji Tisna Menghidupkan Kembali Potensi Panjalu \u00a0\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/\",\"name\":\"KKWTH\",\"description\":\"Koperasi Konsumen Wadah Titian Harapan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/#organization\",\"name\":\"KKWTH\",\"url\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/cropped-kkwth-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/cropped-kkwth-logo.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"KKWTH\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/#\/schema\/person\/340b2882b970365a7fb249fd453f4ddd\",\"name\":\"DK\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2aff5c197f0a4ae2a0e974778bf50315af0a70dcf827affa4645008dc9808afd?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2aff5c197f0a4ae2a0e974778bf50315af0a70dcf827affa4645008dc9808afd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"DK\"},\"url\":\"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/author\/devi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pulang ke Desa, Menanam Harapan: Kisah Pak Haji Tisna Menghidupkan Kembali Potensi Panjalu \u00a0 - KKWTH","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pulang ke Desa, Menanam Harapan: Kisah Pak Haji Tisna Menghidupkan Kembali Potensi Panjalu \u00a0 - KKWTH","og_description":"\u201cDi kota kami mengejar mimpi, di desa kami ingin memberi arti.\u201d Bagi sebagian orang, masa pensiun adalah waktunya beristirahat setelah puluhan tahun bekerja. Namun, bagi Haji Tisna, salah satu anggota KKWTH, masa pensiun justru menjadi awal dari perjalanan baru: kembali ke tanah kelahiran dan menghidupkan potensi desa melalui pertanian, peternakan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Setelah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/","og_site_name":"KKWTH","article_published_time":"2026-10-06T01:24:56+00:00","article_modified_time":"2026-10-06T01:51:43+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/koperasiwadah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Best-Practices-Pak-Tisna.png","type":"image\/png"}],"author":"DK","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"DK","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/"},"author":{"name":"DK","@id":"https:\/\/koperasiwadah.com\/#\/schema\/person\/340b2882b970365a7fb249fd453f4ddd"},"headline":"Pulang ke Desa, Menanam Harapan: Kisah Pak Haji Tisna Menghidupkan Kembali Potensi Panjalu \u00a0","datePublished":"2026-10-06T01:24:56+00:00","dateModified":"2026-10-06T01:51:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/"},"wordCount":1510,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/koperasiwadah.com\/#organization"},"articleSection":["Kisah Anggota"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/","url":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/","name":"Pulang ke Desa, Menanam Harapan: Kisah Pak Haji Tisna Menghidupkan Kembali Potensi Panjalu \u00a0 - KKWTH","isPartOf":{"@id":"https:\/\/koperasiwadah.com\/#website"},"datePublished":"2026-10-06T01:24:56+00:00","dateModified":"2026-10-06T01:51:43+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pulang-ke-desa-menanam-harapan-kisah-pak-haji-tisna-menghidupkan-kembali-potensi-panjalu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/koperasiwadah.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pulang ke Desa, Menanam Harapan: Kisah Pak Haji Tisna Menghidupkan Kembali Potensi Panjalu \u00a0"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/koperasiwadah.com\/#website","url":"https:\/\/koperasiwadah.com\/","name":"KKWTH","description":"Koperasi Konsumen Wadah Titian Harapan","publisher":{"@id":"https:\/\/koperasiwadah.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/koperasiwadah.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/koperasiwadah.com\/#organization","name":"KKWTH","url":"https:\/\/koperasiwadah.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koperasiwadah.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/koperasiwadah.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/cropped-kkwth-logo.png","contentUrl":"https:\/\/koperasiwadah.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/cropped-kkwth-logo.png","width":512,"height":512,"caption":"KKWTH"},"image":{"@id":"https:\/\/koperasiwadah.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/koperasiwadah.com\/#\/schema\/person\/340b2882b970365a7fb249fd453f4ddd","name":"DK","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koperasiwadah.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2aff5c197f0a4ae2a0e974778bf50315af0a70dcf827affa4645008dc9808afd?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2aff5c197f0a4ae2a0e974778bf50315af0a70dcf827affa4645008dc9808afd?s=96&d=mm&r=g","caption":"DK"},"url":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/author\/devi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2126","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2126"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2126\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2131,"href":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2126\/revisions\/2131"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2127"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2126"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2126"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/koperasiwadah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2126"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}